Kamis, 28 Maret 2013

Beasiswa Universitas Al-Ahgaff 2012

SEKILAS TENTANG HADHROMAUT
Hadhromaut adalah salah satu provinsi yang ada di bagian selatan Republik Yaman, sebuah provinsi yang kaya akan peradaban Islam dan semarak dengan ilmu pengetahuan. Sejak silam orang-orang telah datang dari berbagai penjuru negeri untuk menuntut ilmu di tempat ini, hingga bermunculanlah ulama-ulama besar yang menyebarkan Islam ke berbagai negara termasuk Negara Indonesia tercinta. Hingga kini ribuan manuskrip hasil karya putra ulama-ulama terdahulu masih terpelihara di perpustakaan-perpustakaan setempat, hubungan (komunikasi) antara Indonesia-Yaman pernah terputus beberapa tahun silam, ketika negara tersebut dikuasai dan dijajah oleh komunis.
Alhamdulillah semua itu telah berlalu, hingga kemudahan komunikasi kembali terwujud dibarengi dengan munculnya kembali lembaga-lembaga Islam, wadah penggemblengan generasi penerus da’wah Rasulullah SAW. Indonesia adalah salah satu negara yang banyak putra-putri bangsanya ke Yaman untuk menimba ilmu di tempat penyebar Islam berasal.
UNIVERSITAS AL-AHGAFF
Al-Ahgaff adalah salah satu universitas yang berada di provinsi hadramaut, universitas ini resmi didirikan pada tahun 1994 melalui SK Menteri Pendidikan No. 5 tanggal 8 Februari Tahun 1994, oleh para ulama terkemuka yang dipelopori Al Allamah l Habib Abdullah bin Mahfudz Al Haddad Mufti Provinsi Hadramaut. Pada tahun 1995 Universitas Al-Ahgaff resmi menjadi anggota persatuan universitas negara negara Arab dan resmi menjadi anggota Asosiasi Universitas-Universitas Islam.

Senin, 07 Januari 2013

TANTANGAN KAUM IBU DALAM MENGHADAPI KENAKALAN REMAJA


PENDAHULUAN
Bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang memiliki identitas sebagai salah satu bangsa ketimuran yang mempunyai nilai-nilai dan norma-norma akhlak serta moralitas yang sangat tinggi seperti layaknya bangsa-bangsa timur lainnya. Tingginya kualitas etika dan moralitas bangsa Indonesia adalah sebuah superioritas yang menjadi kebanggaan bangsa dari sejak dahulu kala sebelum bangsa ini menjadi bangsa yang merdeka dengan  negara yang merdeka dan berdaulat.
Namun sangat disayangkan bahwa dalam beberapa dekade terakhir ini terjadi banyak sekali dekadensi moral multidimensi yang dialami oleh remaja bangsa Indonesia yang mengakibatkan pudarnya identitas bangsa sebagai bangsa yang memiliki nilai moral yang sangat tinggi. Banyaknya problematika dan kasus kenakalan remaja yang menjamah setiap sendi kehidupan kaum remaja yang disebabkan oleh banyak faktor mengindikasikan bahwa remaja Indonesia sedang mengalami kemunduran moral drastis dan sedang berada dalam posisi yang sangat darurat serta hal tersebut juga mengindikasikan perlunya diakan langkah-langkah preventif demi mempertahankan identitas bangsa kita.
Hal ini tentunya menggambarkan kepada kita secara implisit betapa besarnya tantangan yang dihadapi oleh seluruh komponen bangsa dengan segala macam strata sosial yang ada. Lebih intensif lagi, dekadensi moral yang sangat drastis tersebut memberikan kepada kita gambaran kongkrit tentang besarnya tantangan kaum ibu dalam menghadapi kenakalan remaja.
Lantas, apa dan bagaimana peran kaum ibu dalam menjaga dan mempertahankan moralitas dan akhlak kaum remaja? Apa yang harus mereka lakukan sebagai counter dan langkah preventif guna merekonstruksi moralitas remaja yang mulai hancur? Apa solusi yang bisa ditawarkan oleh kaum ibu kepada para remaja dalam memecahkan problematika serius ini?

Persatuan Umat pada Masyarakat Yang Majemuk dalam Kacamata Islam


PENDAHULUAN
Bangsa Indonesia sepanjang sejarah telah melalui berbagai macam era dan rezim yang pernah eksis di negeri ini, dimulai dari jauh sebelum kemerdekaan berhasil diraih hingga beberapa dekade setelah kemerdekaan tersebut dicapai. Fakta sejarah mengatakan bahwa negara Indonesia sebelum meraih kemerdekaannya merupakan kerajaan-kerajaan, suku-suku, beragam agama, bermacam adat istiadat, ratusan bahasa daerah dan pelbagai keragaman yang belum dipersatukan dalam sebuah negara yang merdeka.
Namun, semangat bangsa khususnya para pemuda untuk mempersatukan tanah air, bangsa dengan segala macam kemajemukannya dan bahasa nasional berhasil dibuktikan dalam peristiwa monumental, Sumpah Pemuda yang diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober 1928. Tidak hanya sampai di situ, semangat tersebut berhasil dicapai dengan dideklarasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 yang berhasil mempersatukan tanah air, bangsa dan bahasa nasional dalam satu naungan, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan tersebut lebih dikukuhkan lagi dengan dicantumkannya “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai semboyan pada Garuda Pancasila dan ditetapkannya “Persatuan Indonesia” sebagai sila ketiga dari Pancasila.
Tapi persatuan yang seharusnya terbina itu sempat beberapa kali tercoreng dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia pasca kemerdekaan. Yang lebih disayangkan lagi, motif yang menjadi faktor perpecahan itu adalah sesuatu yang pada hakikatnya ingin dipersatukan dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia oleh para pendiri dan  pendahulu bangsa melalui kemerdekaan Indonesia seperti agama, suku, ras dan semacamnya.
Oleh karena itulah perlu kiranya kita menganalisa ulang persatuan umat pada masyarakat yang mejemuk dalam kacamata Islam melihat bahwa Islam adalah agama mayoritas yang dianut di negeri zamrud khatulistiwa kita ini, terlebih agama Islam sendiri sempat menjadi motif kerusuhan dalam beberapa peristiwa seperti tragedi Poso, Ambon dan banyak lagi kerusuhan intern

Peranan Ibu dalam Mencetak Generasi Bangsa


PENDAHULUAN
Sejarah kemanusiaan yang berada di atas muka bumi dan telah berjalan hingga saat ini banyak sekali mengenalkan kepada kita variasi generasi-generasi berbagai macam bangsa yang pernah eksis di dunia. Tipe-tipe setiap generasi yang mewarnai tiap-tiap masa sangatlah beragam dan sangat sulit untuk melacak semua tipe generasi setiap bangsa yang ada dan pernah ada di dunia ini.
Banyak orang berkesimpulan tanpa benar-benar mengetahui realita yang ada bahwa sosok ibu – dan juga wanita secara global – sama sekali tidak memiliki peranan dalam pencetakan dan karakterisasi sebuah generasi bangsa karena sosok yang selalu diseru-serukan dalam sejarah perjalanan bangsa tersebut adalah sosok kaum adam. Dengan demikian terjadilah ketimpangan pemahaman lantaran ‘deskriminasi’ yang diluncurkan terhadap kaum hawa khususnya kaum ibu.
Namun bagaimanakah sebenarnya peran seorang ibu dalam mencetak generasi-generasi bangsa? Benarkah asumsi miring yang telah kita paparkan tadi bahwa kaum ibu tidak memiliki peranan dalam pencetakan generasi bangsa? Apa saja yang harus kita lakukan untuk mengoptimalkan peran sosok ibu dalam pencetakan karakter bangsa?
Melihat urgennya pertanyaan-pertanyaan diatas, sangat perlu kiranya kita bersama-sama menganalisa realita dan teks-teks agama untuk mendapatkan jawaban guna meningkatkan kualitas generasi bangsa kita menuju generasi bangsa yang benar-benar berkualitas

Minggu, 04 November 2012

SUMPAH PEMUDA DAN PEMBANGUNAN DI BIDANG PENDIDIKAN

 Oleh: Syaiful Arif (Ahgaff University)

Sumpah Pemuda sebagai salah satu bentuk kongkrit cita-cita pemuda pemudi bangsa Indonesia sebelum mendapatkan kemerdekaan untuk mempersatukan kebhinnekaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dimana dicantumkan semangat mereka untuk mempersatukan tanah air, bangsa dan bahasa persatuan telah berhasil mencapai cita luhur tersebut dengan adanya deklarasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dimana semua cita tersebut telah tercapai karena tanah air, bangsa dan bahasa benar-benar telah dapat dipersatukan.
Yang tak boleh dikesampingkan adalah bahwa Sumpah Pemuda itu sendiri merupakan salah satu gebrakan yang dilakukan oleh para pemuda khususnya kalangan pelajar dan pemerhati pendidikan karena sejarah mencatat bahwa yang mempelopori terjadinya Kongres Pemuda adalah Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI).
Proklamasi kemedekaan yang merupakan buah dari Sumpah Pemuda inilah yang memacu segala gerakan independen Indonesia sebagai negara yang berdaulat di pelbagai bidang dan aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, baik di bidang pendidikan,

Jumat, 02 November 2012

IMPLEMENTASI SUMPAH PEMUDA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA



Oleh: Syaiful Arif (Universitas Al-Ahgaff)

Pendahuluan
Sumpah Pemuda yang diselenggarakan oleh pemuda-pemudi Indonesia pada kesempatan Kongres Pemuda II di Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan bukti kongkrit pengakuan para pemuda dan pemudi bangsa terhadap kemajemukan dan kolektifitas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia dideklarasikan sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
Keikutsertaan sembilan orang panitia dan tujuh puluh satu peserta dari berbagai daerah, agama, ras dan organisasi dalam Kongres Pemuda II tersebut juga merupakan bukti bahwa semangat persatuan dan kesatuan sudah dimiliki oleh bangsa Indonesia khususnya para pemuda dari sejak dulu, ketika bangsa Indonesia masih berada dalam penjajahan.
Semangat itu akhirnya terealisasi dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang secara resmi berdiri dan berdaulat pada tanggal 17 Agustus tahun 1945. Sesuai dengan bentuknya Negara Indonesia merupakan negara kesatuan yang memiliki beberapa tujuan prinsip, salah satunya adalah merangkul seluruh keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri sebagai kekayaan bangsa. Komitmen ini diabadikan oleh founding fathers dan dirumuskan menjadi semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang tak boleh terlepas dari lambang negara, Garuda Pancasila dan juga dirumuskan dalam sila ketiga, Persatuan Indonesia agar kesatuan bangsa Indonesia tak dapat terhapuskan ditengah berbagai keberagaman.
Lantas, benarkah bahwa komitmen ini telah tercapai sepenuhnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita? Apakah Sumpah Pemuda yang dideklarasikan oleh pendahulu kita jauh sebelum kita menjadi bangsa yang merdeka benar-benar tercapai?

BER'TUNGGAL IKA' DALAM BHINNEKA DENGAN SEMANGAT SUMPAH PEMUDA


Oleh: Syaiful Arif (Universitas Al-Ahgaff)

Salah satu superioritas yang dimiliki oleh bangsa kita adalah keberagaman yang sudah menjadi titel yang tak dapat dipisahkan. Sejarah bangsa yang besar ini sudah mencatat keberagaman yang super di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara jauh sebelum bangsa Indonesia mendapatkan kemerdekaan dari kaum imperialis. Mulai dari keberagaman agama, bahasa, adat istiadat, suku dan semacamnya.
Keberagaman itu bukanlah suatu kekurangan bagi bangsa Indonesia karena dengan bangga bangsa Indonesia dapat mengatakan bahwa keberagaman itu bahkan merupakan kelebihan yang sulit didapatkan di negara lain. Bagaimana tidak?! Bangsa Indonesia benar-benar berhasil mempersatukan keberagaman itu dibawah satu kalimat, yaitu "Bhinneka Tunggal Ika" sebuah kalimat yang menjadi pondasi bangsa yang superkolektif. Ditambah lagi dengan diaklamasikannya persatuan ini dalam sila ketiga pancasila, Persatuan Indonesia.
Bangsa Indonesia dengan satu tumpah darah yaitu tanah air Indonesia, satu bangsa yaitu bangsa Indonesia dan satu bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia secara yuridis memang berdiri sebagai bangsa yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945

Kamis, 30 Agustus 2012

7 Penemuan Islam Yang Merubah Dunia

Dunia mungkin lupa betapa berharganya warisan ilmu-ilmu pengetahuan oleh kaum muslimin.bahkan ada yang tak menyangka bahwa prinsip-prinsip pengetahuan modern itu ditemukan lewat kecermelangan pemikiran ilmuan muslim.Untuk masa itu,Ilmu mereka dikatakan telah melampaui batas zamannya,berikut konstribusi ilmuan muslim bagi dunia:

1.mungkin orang mengira bahwa dunia baratlah yang memperkenalkan kamera,padahal

Profil Singkat Universitas Al-Ahgaff

Peresmian: Universitas al Ahqaff didirikan oleh al `Alim Hb Abdullah bin Mahfud Al-Haddad, prosesi akademisnya resmi dimulai setelah mendapatkan surat keputusan menteri pendidikan Yaman nomor: 05/1994. Diusianya yang masih cukup muda, universitas ini telah diakui keberadaannya oleh persatuan universitas arab (al Ittihad al Jami’at alArabiyyah) sebagai bagian dari keanggotaannya.
Tujuan: Didirikannya universitas ini sebagai langkah nyata dari ide-ide cemerlang yang mengkristal dalam satu tujuan utama, yaitu membangun sarana pendidikan islam yang bonafid dan berkualitas bagi masyarakat muslim dunia dengan pola pendidikan yang mampu mencetak kader insan yang prospektif dan mempuni dalam segala aspek kehidupan berasaskan ruh islami serta penyebarluasan faham keagamaan berhaluan ahlus sunnah wal jama`ah.
Kantor Pusat :

Al-Qur'an dan Ilmu Modern


            Dari awal diturunkannya manusia ke bumi hingga abad 21 ini begitu banyaknya firman-firman Allah yang Ia turunkan kepada umat manusia melalui manusia-manusia pilihan-Nya (Anbiya’). Mulai dari firman-Nya yang Ia turunkan kepada nabi Dawud as yang terhimpun dalam kitab Zabur, kitab Taurat yang merupakan firman Allah yang diturunkan kepada nabi Musa as, Injil yang diturunkan kepada nabi Isa as, dan Al-Qur’an yang Ia jadikan mu’jizat terbesar bagi rahmat sekalian alam, Muhammad SAW. Empat kitab inilah yang menjadi kewajiban bagi seorang muslim untuk mempercayai bahwa kesemuanya ini adalah benar-benar firman Allah yang diturunkan kepada para nabi-Nya hingga hal ini mencapai level unsur keimanan manusia yang tak pernah bisa dipisahkan dari kesatuan iman dalam agama Islam.
Hanya saja yang ‘selamat’ dari campur tangan defiasi manusia-manusia tak bertanggung jawab hingga sampai ke masa kita hanyalah Al-Qur’an. Hal ini sudah Allah terangkan dalam kitab suci tersebut dalam bentuk firman-Nya: “Sesungguhnya Kami menurunkan Ad-Dzikr (Al-Qur’an), dan Kami menjaga (Al-Qur’an) itu”.